Hidup Sosial Tanpa Media Sosial: Minggu #2

Memasuki minggu kedua dari perjalanan hidup sosial tanpa media sosial, ada beberapa hal khusus yang aku lewati dalam masa-masa ini. Beberapa di antaranya berhubungan dengan kegiatan yang aku kerjakan.

Password Facebook

Karena tidak pernah logout dari Facebook, artinya aku tidak perlu login setiap kali membuka Facebook. Alhasil hampir setiap kali melakukan login, di perangkat lain misalnya, aku menggunakan fitur “lupa password” karena tidak ingat apa password yang digunakan. Ditambah lagi Facebook tidak membolehkan mengganti password dengan password lama, artinya, semakin sering lupa password, semakin banyak password lama yang tidak bisa digunakan. Jadi aku harus membuat password lain yang baru. Dan karena passwordnya baru dan jarang melakukan logout dan login, saat login berikutnya lagi aku sudah lupa lagi. Dan seterusnya.

Kini setelah melakukan logout setiap mengakhiri sesi dan beberapa kali login untuk mencari sesuatu yang akan diceritakan berikut ini, akhirnya aku bisa ingat apa password Facebook yang aku pakai.

“Terpaksa” buka Facebook

Saat membuat sebuah kerajinan tangan, aku perlu membuka-buka koleksi foto untuk mengambil beberapa gambar. Karena tidak dapat gambar yang cocok, aku coba cari di Instagram. Masih tidak dapat juga, aku “terpaksa” membuka Facebook dan login. Saat membuka ini, aku hanya mengecek isi dari salah satu page saja. Ternyata dari sini aku mengetahui salah satu tips bagi yang ingin buka Facebook tanpa menghabiskan waktu: yaitu dengan tidak membuka news feed.

Media sosial tanpa news feed

Apa yang membuat pengalaman menggunakan media sosial kini berbeda daripada lima tahun silam? Salah satu alasan terbesar adalah karena evolusi news feed. Awalnya news feed dibuat hanya semacam daftar update yang dilakukan oleh teman-teman sehingga kita bisa langsung tahu hal-hal baru yang dilakukan oleh teman di media sosial tanpa harus mengujungi halaman profilnya terlebih dahulu.

Nah dalam perkembangannya, news feed ini juga disisipi iklan. Dan seiring dengan semakin banyaknya jaringan pertemanan di media sosial, kini menampilkan semua update dari semua teman akan terlalu banyak. Karena itu media sosial (baca: Facebook, medsos lainnya mungkin iya, mungkin tidak) melakukan filter berdasarkan algoritma profiling terhadap aktivitas kita. Teknik profiling ini tentu bukan tanpa kekurangan. Namun itu tidak akan dibahas di sini, silakan lihat-lihat blog lain yang pernah membahas soal ini, ada cukup banyak pembahasan di Internet.

Nah, walaupun sudah dilakukan filtering, tetap saja akan memakan waktu untuk mengonsumsi seluruh update yang disajikan di news feed. Dan lagipula dari seluruh update itu, berapa banyak kiriman dari orang-orang atau mengenai hal-hal yang kita peduli? Jadi masalah waktu yang habis tebuang banyak ada pada fitur news feed ini.

Jika kamu masih ingin menggunakan media sosial, stay up to date dan stay in touch dengan teman-teman jarak jauh, sebagaimana fungsi media sosial pada hakikatnya, tapi tidak ingin menghabiskan waktu gara-gara membuka media sosial, maka tipsnya adalah dengan tidak membuka news feed. Sebagai pengganti, bisa dengan cara melakukan bookmark profil-profil yang memang ingin kita ikuti. Cara jadul berselancar di Internet.

Keinginan buka Facebook

Setelah dua minggu aku tidak berkeinginan untuk buka Facebook dalam rangka baca-baca apa yang dilakukan orang lain. Ada keinginan untuk buka Facebook, Instagram, dan yang lainnya, tetapi itu bertepatan dengan kegiatan yang dilakukan bersama teman-teman di dunia nyata. Atau ketika mendapat kabar dari teman melalui japri kalau mereka baru saja memposting kegiatan bersama. Jadi kini sudah mengarah pada berbagi pengalaman bersama.

Lebih banyak menulis blog

Mengakhiri bulan November, bulan ini menjadi bulan dengan tulisan blog terbanyak sejak 2008. Daripada melulu mengkonsumsi konten dari Internet, lebih baik kalau kita juga turut menghasilkan konten di Internet.

Target berikutnya

Sejak awal tujuan seri ini bukanlah untuk 100% berhenti menggunakan media sosial karena aku pun punya teman-teman jarak jauh. Karena itulah aku tidak menghapus akun. Tujuannya adalah untuk tidak menghabiskan waktu dan untuk mengembalikan fungsi media sosial sebagai media penghubung dengan teman-teman secara pribadi.

Ketika aku login ke Facebook untuk mencari bahan kerajinan tangan, sekilas aku membaca komentar dari beberapa orang menanyakan nomor telepon supaya bisa tetap berhubungan, atau dengan nada bercanda mengajak bertemu di Bandung (padahal tinggal di beda benua). Ini adalah salah satu pintu pembuka untuk percakapan pribadi, lebih dari sekadar baca dan like. Dan itu adalah salah satu tujuan awalku melakukan ini semua.

Berapa Tarif Maintenance Apartemen di Jakarta?

Dalam membeli apartemen, salah satu hal yang cukup penting adalah mencari tahu berapa tarif bulanan yang dikenakan. Karena meskipun unit apartemennya adalah milik, namun kita tetap mesti membayarkan sejumlah biaya setiap bulannya untuk iuran pemeliharaan lingkungan (IPL/maintenance) termasuk di dalamnya sampah dan keamanan, lalu masih ada juga iuran biaya cadangan (sinking fund), juga iuran parkir. Di samping itu, tagihan listrik dan air juga biasanya dibayarkan melalui pengelola. Besaran dari tarif iuran ini disepakati bersama melalui perhimpunan penghuni rumah susun (PPRS) sebagai pembuat kebijakan, dan dikelola oleh badan pengelola (building management) yang dibentuk atau ditunjuk oleh PPRS.

Meski demikian, kenyataannya di Jakarta masih sering terjadi konflik antara penghuni dan pengelola karena urusan penetapan tarif ini. Mulai dari pihak pengelola yang menentukan tarif semena-mena, hingga indikasi campur tangan pengembang dalam PPRS sehingga tidak mewakili penghuninya. Alasan yang paling masuk akal mengapa banyak konflik kepentingan dalam hal ini, ya karena besarnya nilai transaksi yang melintas setiap bulannya.

Terlepas dari masalah penghuni, pengelola, dan PPRS yang akan dibahas di lain waktu, topik pembahasan kali ini adalah berapakah tarif IPL/maintenance yang dikenakan di tiap-tiap apartemen di Jakarta? Pertanyaan ini biasanya sulit diperoleh jawabannya apabila ditanyakan kepada sales marketing. Mungkin jawabannya relatif, tergantung luas, fasilitas, dan sebagainya. Nah disini saya coba kumpulkan tarif-tarif dari berbagai sumber ke dalam sebuah daftar.

Apartemen IPL (Rp/m2) Cadangan (Rp/m2) Listrik (Rp/kwh) Air (Rp/m3) Parkir (Rp/kend) Lain-lain Sumber
Sentra Timur Residences 6.500 ? ? ? Sini (2015)
Apt. Semanan Indah 8.000 1.000 1.330 (1.3KVA) 12.550 30.000 (RW) Pengelola (2015)
Apt. Green Pramuka 13.500 ? ? ? 200.000 (mobil)
100.000 (motor)
0 – 30jt (fit out) muhadkly.com (2015)
Apt. Green Bay Pluit ? ? ? 19.250 200.000 (mobil) Sini (2015)
Apt. Taman Anggrek ? ? ? ? 0 – 200.000 (mobil) Sini (2015)
Apt. Thamrin Residences ? ? ? ? 200.000 – 400.000 (mobil) Sini (2015)
Apt. Mediterania Garden Residences I 12.000 ? ? ? 200.000 (mobil)
75.000 (motor)
Sini (2015)
Apt. Menteng Square ? ? ? ? 150.000 (mobil) Sini (2015)
Apt. Kalibata City Residences 9.385 500 ? ? 200.000 (mobil)
75.000 (motor)
simplymels.net (2014), beritasatu.com (2015)
Gading Icon Apartment 6.500 1.000 ? ? ? Sini (2014)
Belmont Residences 9.000 ? ? ? ? Sini (2013)

Disclaimer: Tarif bisa berubah sewaktu-waktu dan mungkin tidak 100% akurat. Untuk akuratnya, silakan tanyakan kepada tetangga, kerabat, atau siapapun yang tinggal di apartemen tersebut, atau sekalian coba sewa dan tinggal di sana. Kalau Anda tahu tarif di apartemen lainnya silakan menambahkan di kolom komentar 🙂

Istilah yang Sudah Jarang Terdengar di 2014-an

Generasi terus berganti, begitu pula dengan tren dalam ungkapan-ungkapan percakapan. Tentu sudah tidak asing lagi mendengar atau membaca kata galau baik di sosial media maupun percakapan sehari-hari. Tapi adakah yang masih menggunakan kata gundah untuk mengungkapkan makna yang serupa?

Catatan ini berisi istilah-istilah yang umum pada akhir 1990-an dan awal 2000-an namun sudah jarang terdengar di tahun 2014, berdasarkan pengamatan pribadi. Dan, mungkin hanya terbatas di wilayah Bandung–Jakarta, karena Indonesia terdiri dari beragam bahasa daerah yang bisa mempengaruhi tren dalam berbahasa.

kasa (sekarang: kasir)
Kasa adalah tempat pembayaran atau tempat menyimpan hasil penjualan. Sedangkan kasir adalah orang yang bertugas mengurusi pemasukan / pengeluaran uang.

Contoh:
Silakan membayar di kasa 5.

karcis (sekarang: tiket)
Kata karcis merupakan serapan dari bahasa Belanda kaartje. Berhubung saat ini kita lebih banyak berinteraksi dengan bahasa Inggris, maka istilah karcis pun tergantikan oleh istilah tiket yang merupakan serapan dari bahasa Inggris ticket.

Contoh:
Penjualan karcis konser akan dibuka esok hari.

afdruk (sekarang: cetak, print)
Berasal dari bahasa Belanda, kata afdruk biasa digunakan dalam bidang fotografi yang berarti mencetak foto. Istilah umum yang lebih baru adalah cuci foto. Meski demikian, keduanya kini sudah jarang terdengar karena kamera film sudah tergantikan dengan kamera digital.

Contoh:
Hari ini Ayah akan ke Fuji untuk afdruk foto-foto kita waktu ke Dufan.

bete / BT (sekarang: males banget, lagi gak mood)
Kata BT merupakan sebuah singkatan yang memiliki beberapa kepanjangan: bored totally atau bosan total, bad tempered, bad trip atau batal tripping. Secara umum digunakan untuk menyebutkan orang yang sedang cemberut, suram, tersinggung, atau tersadar dari mabuk. Yang terakhir mungkin jarang digunakan oleh ABG karena memang tidak boleh mabuk-mabukan.

Contoh:
Duh BT nih di rumah mulu! Mau jalan-jalan tapi hujan.
Udah jangan digganggu. Lagi BT dia gara-gara diisengin temannya.

EGP (sekarang: terus gue harus bilang waw gitu?)
EGP ini merupakan singkatan dari emang gue pikirin. Biasanya digunakan ketika lawan bicara menyatakan sesuatu namun orang yang diajak berbicara tidak tertarik atau enggan untuk menanggapi.

Contoh:
“Bung film Panji Manusia Milenium sudah mulai tuh!”
“EGP lah yaw!”

masa… bodo (sekarang: so what gitu loh)
Ungkapan ini juga sama seperti EGP, hanya saja orang yang diajak berbicara tidak benar-benar enggan menanggapi, namun lebih karena ingin mengisengi lawan bicara. Orang yang mengungkapkan ini biasanya memberi jeda antara kata masa dan bodo di mana lawan bicara akan terpancing untuk meneruskan sampai mendengar lanjutan kata bodo dan menyadari bahwa orang yang diajak berbicara tidak benar-benar tertarik.

Contoh:
“Kak kemarin aku berhasil tamatin Crash Bandicot.”
“Masa..”
“Iya, sampai hampir tengah malam..”
“Bodo.”

kecengan (sekarang: gebetan)
Kata dasar dari kecengan adalah keceng, yang berarti membidik. Di lingkungan berbahasa Sunda istilah ini masih umum digunakan bukan hanya untuk menyebutkan gebetan tetapi secara literal menyebutkan apapun yang sedang di bidik, misalnya membidik burung dengan bedil.

Contoh:
Kamu kuliah udah ada kecengan belum?

ngeceng (sekarang: naksir)
Jika kecengan adalah objek yang dibidik, ngeceng adalah kegiatan membidik. Dalam pergaulan sehari-hari, ngeceng ini bermakna menaksir lawan jenis.

Contoh:
“Cie, ngelirik-lirik melulu ke sana. Ngeceng si do’i ya?”

rekening (sekarang: tagihan)
Istilah rekening ini tentu tidak asing lagi di telinga kita. Rekening ini berasal dari bahasa Belanda dan memiliki beberapa arti. Salah satu arti kata rekening adalah tagihan. Dan kata rekening untuk menyatakan tagihan nampaknya sudah jarang lagi digunakan.

Contoh:
“Tunggu sebentar ya dek, Ibu mau bayar rekening listrik dulu.”

brekele
Pelesetan dari kata brokoli. Kata brekele dipakai untuk menyebutkan rambut afro, atau apapun yang nampak keriting. Jika ingin tahu seperti apa rasanya punya rambut brekele, silakan cari Edi Brokoli.

Contoh:
Tulisan brekele gitu, lebih brekele daripada rambut lo!

jayus (sekarang: krik)
Dipakai untuk menyebutkan orang yang melucu tapi tidak lucu. Terkadang masih digunakan hingga saat ini.

Contoh:
“Bebek apa yang jalannya selalu muter ke kiri terus?”
“Hmm apa ya?”
“Bebek dikunci stang.”
“Jayus banget sih!”

Alternatif Produk Bermerek Buatan Indonesia

Berhubung ini momen kemerdekaan Republik Indonesia ke-69, mari kita membahas tentang Indonesia.

Salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi di Indonesia adalah dengan meningkatkan produksi dalam negeri. Dan cara untuk meningkatkan produksi adalah dengan meningkatkan permintaan (demand) atas produk-produk tersebut. Nah kali ini kita akan membahas beberapa produk-produk bermerek buatan Indonesia yang mungkin sudah tidak asing lagi.

Makanan

  • Mie instan: Indomie, Mie Sedaap
  • Sambal: Cap Jempol

Pembersih, kosmetik

  • Detergent: Wings, Daia, Ekonomi
  • Pembersih lantai: So Klin, Super Sol
  • Softener: So Klin
  • Sabun mandi: Giv, NUVO Family

    Restoran, kafe, toko

    • Kopi: Excelso 
    • Donat: J.Co
    • Ayam goreng tepung: CFC
    • Japanese fast food: Hoka Hoka Bento
    • Supermarket: Hypermart

    Fashion

    • Pakaian kerja: The Executive
    • Sepatu: Airwalk, Tomkins
    • Tas: Sophie Martin Paris, Buccheri
    • Handuk: Terry Palmer
    • Celana: LEA
    • Parfum: Casablanca

    Perabot, alat rumah tangga

    • Perabot plastik: Claris, Lion Star
    • Alat masak: Maxim
    • Perabot elektronik: Maspion
    • Keramik: Essenza

    Alat elektronik

    • Televisi: Polytron
    • Laptop: BYON
    • Ponsel: Nexian

      Alat transportasi, olahraga

      • Sepeda: Polygon
      • Ban: GT Radial
      • Helm: INK, KYT, MDS

      Bagaimana dengan produk bermerek luar yang “Made in Indonesia”? Menggunakan produk luar yang dibuat di Indonesia berarti mengurangi impor, meningkatkan jumlah produksi dalam negeri, walaupun di sisi lain umumnya tetap ada sejumlah uang yang megalir keluar negeri untuk membayar royalti penggunaan merek tersebut. Seperti salah satunya dibahas di sini.

      Kompilasi Kampanye Kreatif Pemilu 2014

      Pemilu (Pemilihan Umum) 2014 ini memang sangat fenomenal. Bagaimana tidak, hampir seluruh kalangan yang kita jumpai membicarakan Pemilu. Bahkan tidak sedikit juga yang ikut terlibat mengekspresikan maupun mengajak memilih calon kandidat pilihannya. Bahkan menjelang babak final Pemilu, Pilpres (Pemilihan Presiden), suasananya semakin semarak.

      Sebagai orang yang bekerja di bidang teknologi informasi, ada hal yang menarik dari Pemilu kali ini. Yakni maraknya kampanye-kampanye kreatif di dunia digital. Pada tulisan kali ini, aku akan mencoba membuat kompilasi kampanye kreatif bagi kedua calon kandidat, dikategorikan berdasarkan formatnya.

      Daftar Isi: Umum dan Pra-PilegPrabowo-HattaJokowi-JK

      Umum dan Pra-Pileg

      Lagu dan Parodi Lagu

      1. Akulah Penguasa (Menang Pemilu)
        Oleh Candra Malik feat. Butet Kartaredjasa 
      2. Presidenku
        Oleh Budiyono Sarmani
      3. PEMIYUK (Pemilu Yuk)
        Oleh Project Slingshot
      4. Tepuk Tangan (Speech Composing)
        Oleh Eka Gustiwana
      5. Mars Pemilu
        Oleh Slank 
      6. Presiden Impian
        Oleh Saykoji feat. Umbu Kaborang

      Video Klip

      1. Pemilu WTF?
        Oleh CameoProject
      2. Pemilu WTF: Selamat Memilih
        Oleh CameoProject
      3. CAMEO Fun Campaign: Prabowo Jokowi
        Oleh CameoProject
      4. CAMEO Fun Campaign: Black VS Negative Prabowo Jokowi
        Oleh CameoProject
      5. Setujukah Kamu Kalau Pacar Harus Dilihat Masa Lalunya?
        Oleh Edward Suhadi
      6. Setujukah Kamu Teman Menetukan Masa Depan?
        Oleh Edward Suhadi
      7. Mana Jarimu #1 #2 #3 #4 #5
        Oleh Yosi Mokalu

      Aplikasi Web dan Mobile

      1. Aplikasi Facebook Pilpres 2014
        Oleh gunawantw
      2. API Pemilu
        Merupakan API (application programming interface) yang dikembangkan oleh Perludem. Aplikasi-aplikasi yang dikembangkan menggunakan API Pemilu bisa dilirik di sini.

        1. Prabowo-Hatta

        Lagu dan Parodi Lagu

        1. Lagu untuk Prabowo
          Oleh Budiyono Sarmani
        2. Prabowo Hatta
          Oleh Ahmad Dhani
        3. Garuda Di Dadaku, Prabowo Presidenku
           
        4. Ojo Kuwi
          Oleh Ahmad Dhani

        Video Klip

        1. CAMEO Fun Campaign: Prabowo Presiden
          Oleh CameoProject
        2. CAMEO Fun Campaign: Ketika Harus Memilih, Prabowo atau Jokowi?
          Oleh CameoProject

        Ps. Barangkali bisa ditambahkan supaya lebih berimbang? 🙂

        2. Jokowi-JK

        Social Media

        1. Gerakan “I Stand On The Right Side”
          Gerakan ini dilakukan dengan memasang tulisan merah di sebelah kanan foto profil. Konon di page Facebook DPP PDI Perjuangan disebutkan pertama kali dilakukan oleh Joko Anwar dan Ernest Prakarsa.
          (Sumber: http://www.endonesia.com/2014/06/fenomena-i-stand-on-right-side-perang.html)
        2. Aplikasi generator avatar “I Stand On The Right Side”
          Di sini (oleh masbedjo), sini (oleh kukuhtw), dan sini (oleh nualus).

        Animasi 2D

        1. Revolusi Mental Jokowi
          Oleh Andri Soekarnen dkk

        Animasi 3D

        1. DEDICATION OF LIFE: Karya Animasi untuk Jokowi-JK
          Oleh Generasi Optimis

        Lagu dan Parodi Lagu

        1. Aku Rapopo
          Oleh Parousia
        2. Lagu untuk Jokowi
          Oleh Budiyono Sarmani
        3. Pemimpinku Jokowi
          Oleh Bona Paputungan & Iwan Piliang
        4. Jokowi-JK untuk Indonesia
          Oleh Playstation 3 Band
        5. Sekarang Saatnya Bro (Jokowi-JK)
          Oleh Ayu Wiryastuti
        6. Bersatu Padu Coblos No. 2
          Oleh Kill the DJ (Marzuki “Juki” Muhammad)
        7. Salam 2 Jari
          Oleh Komunitas Revolusi Harmoni
        8. Salam 2 Jari (Versi Rap)
          Oleh Komunitas Revolusi Harmoni
        9. Cari Presiden
          Oleh Nagaswara Artists
        10. Jokowi-JK Presiden Kita (Owl City – Good Time Parody)
           
        11. Mister Jokowi
          Oleh Goldwin Yustantio
        12. Lagu Relawan
          Oleh pemusik Pasar Andir asuhan Suparno Suhud

        Video Klip

        1. Pemimpin Berhati Rakyat
          Oleh Gerak Cepat
        2. CAMEO Fun Campaign: Jokowi Presiden
          Oleh CameoProject
        3. Bersatu Padu Coblos Nomor Dua (Karya Relawan)
          Inisiatif beberapa relawan
        4. #gara2jokowi “Cakepan lo”
          Oleh Gerak Cepat
        5. Garuda Merah Bukan Kita
          Oleh Peter Julio Tarigan
        6. Jokowi Belajar Bahasa Sunda
           
        7. Jokowi Belajar Bahasa Sunda (Short Version)
           

        Flash Mob dan Sejenisnya

        1. Goyang Salam 2 Jari Karyawan SLANK Management
          Oleh karyawan SLANK Management
          {LANG:ID}

          Uang Kertas Rp2000

          Ada yang baru nih menambah koleksi pecahan uang kertas Rupiah, yaitu Rp2000! Dengan dominan warna abu-abu, adalah sesuatu yang baru tentunya. Kalau dilihat-lihat, uang kertas Rupiah mirip monopoli ya… warna-warni gitu.. hehehe…
          1000 hijau (mungkin)
          2000 abu-abu
          5000 coklat
          10000 ungu
          20000 hijau (lagi)
          50000 biru
          100000 merah
          Warna apa nih yang belum?? Request ke Bank Indonesia ya… hehehe…

          http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Siaran+Pers/sp_111909.htm

          The World’s Most Influential People

          Versi Time 100, 2009

          Ada yang menarik nih dari majalah Time tentang 100 tokoh paling berpengaruh di dunia 2009. Coba deh buka websitenya di Time 100. Kalo liat gambar covernya kayanya ada sesuatu yang mengganjal yah..
          Coba liat di sebelah pojok kanan atas, ada sosok yang ga asing yah??

          Iya bener! itu adalah gambar Pak SBY.. ternyata SBY masuk ke dalam 100 tokoh paling berpengaruh di dunia 2009, untuk kategori pemimpin dan tokoh revolusioner, dia ada di ke 9/20, hebat yah…

          http://www.time.com/time/specials/packages/0,28757,1894410,00.html
          http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/05/01/22161379/TIME.SBY.Masuk.100.Tokoh.Paling.Berpengaruh.2009